my world, please enjoy~
Selasa, 20 September 2016
Senin, 08 Agustus 2016
Turn up
Huaaa.. it's been a loooooonggg time to see my blog again. Such a busy period i ever had. Bermula karena urusan melanjutkan study, sampai udah keterima sibuk kuliah dan sibuk sibuk yang lainnya. Anyway, blog ini semacam udah mati T.T makanya itu mau dihidupkan kembali. Mau kembali ke masa2 rajin ngeriview drama atau buku. Fortunately, waktunya agak sempit jadi mungkin cukup 2 postingan dalam sebulan (itupun kalo sempat). See you very soon!
Senin, 23 November 2015
Summit Attack, Mahameru 3676MDPL
Halooo kakak2 yang baik hatinya, semoga kalian selalu diberi kebahagiaan :)
Kali ini saya akan cerita sedikit tentang kelelahan saya di pertengahan tahun 2015 ini. Awalnya gak terlintas dan gak kepikiran sama sekali, apalagi niatan buat naik gunung gak ada sama sekali, namun entah mengapa saya bisa2nya terbujuk rayuan teman-teman ke semeru. Lebih lengkapnya coba check cerita saya berikut ini~~~
Critical Eleven
Judul : Critical Eleven
Pengarang : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 344 Halaman
Sinopsis:
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat--tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing--karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah--delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.
Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.
Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
Senin, 26 Oktober 2015
Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Judul: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Seri: Dilan #2
Pengarang: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books (Mizan Group)
Tebal: 343 Halaman
Sinopsis:
"Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap." --Miela
"Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama." --Dilan
Langganan:
Komentar (Atom)

