Kamis, 27 Desember 2012

1998



Judul : 1998

Pengarang : Ratna Indraswari Ibrahim

Penerbit :  Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 322

Putri, anak Walikota Malang yang kuliah di Universitas Brawijaya, tak bisa menghindar dari arus demonstrasi mahasiswa. Kehidupan kampus yang tenang mendadak panas dengan munculnya beberapa mahasiswa membawa poster menuntut Suharto turun. Sebagai generasi a-politik, Putri merasa aneh melihat teman-teman kuliahnya kehilangan kejenakaan dan menjadi idealis. Salah seorang yang menarik perhatian Putri adalah Neno, aktifis kampus, yang sering demo bolak-balik Malang-Jakarta.
Singkat cerita, akhirnya keduanya saling jatuh cinta ditengah tegangnya suasana politik Indonesia saat itu, apalagi si Putri yang notabene adalah anak dari seorang Walikota dan Neno adalah seorang anak dari seorang Pegawai Negeri biasa.

Awalnya, saya sudah bahas di post sebelumnya mengenai novel ini. Salah satu novel yang memang wajib dibaca sebagai seorang mahasiswa. Yap, tahun 1998 pasti sangat-sangat tidak asing lagi ditelinga kita dimana pada saat itu Presiden Orde Baru turun dari jabatannya, tepat pada 21 Mei 1998.

Masih ingat dengan tragedi Trisakti? di novel ini juga diceritakan, bagaimana perjuangan mahasiswa pada saat itu menghadapi ketegangan politik. Pusing juga baca novel ini, harus lebih berhati-hati, kenapa? karena setiap bab punya sudut pandang yang berbeda. Lucunya waktu saya sudah masuk bab kedua, loh kok gini ya novelnya? saya ulang lagi dari bab awal. dan oh ternyata memang sudut pandangnya berubah!

Salah satu novel rekomendasi pastinya, dan yang baca pasti tidak menyangka ending dari ceritanya bakalan seperti itu. Putri kenapa harus begitu? -__-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar