Judul: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Seri: Dilan #1
Pengarang: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books (Mizan Group)
Tebal: 332 Halaman
Sinopsis:
"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja." (Dilan 1990)
"Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang." (Dilan 1990)
"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli." (Milea 1990)
Setelah quote Pidi Baiq bertebaran dimana-mana barulah saya memutuskan untuk membaca tulisannya, saya memilih seri Dilan, cerita jaman SMA, lebih fresh. Ceritanya seperti membuka buku diary di masa lalu, dari sudut pandang Milea dia mulai bercerita pengalaman cintanya bersama Dilan semasa SMA. Milea adalah murid pindahan dari Jakarta, dia pindah ke Bandung karena alasan keluarga. Di sekolah dia mengenal Dilan, nakal, anggota geng motor, hobbynya berantem. Dilan naksir Milea karena cuma alasan Milea cantik. Mulailah acara pdkt-an Dilan ke Milea, yang kalo dipikir-pikir unik juga ya, contohnya saja ngasi kado ulang tahun teka teki silang, tapi semuanya sudah diisi hahaha.
Ah, Dilan. Dia tahu bagaimana cara membuat cewek-cewek yang lagi baca buku ini terhipnotis. Baca buku ini cuma dua hari kalo gak salah, habis itu kebawa mimpi, bangun tidur terbayang-bayang indahnya masa SMA Milea, dan tentunya bikin baper, saya ngaku setelah baca ini inget juga jaman SMA, siapa saja pasti punya kenangan yang tidak masuk akal di jaman SMA dulu. This book is recommended for anyone who love their memories at high school. Happy reading :))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar